Deloitte Automotive Breakfast Briefing

Press releases

Deloitte Automotive Breakfast Briefing

Tren Global dan Regional Industri Otomotif dan Hubungannya dengan Program Low Cost and Green Car (LCGC) Pemerintah Indonesia

Jakarta, 21 Februari 2014 – Pada sepekan yang lalu, Deloitte Indonesia menyelenggarakan Deloitte Automotive Breakfast Briefing di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Indonesia. Acara tersebut melibatkan beberapa ahli dalam industri manufaktur dan regulasi: Frank Valenta (Manufacturing, Automotive, and Industrial Products Deloitte Consulting Southeast Asia), Bob Fletcher (Leader of Customs and Global Trade- Deloitte), Soerjono (Direktur Transportasi Darat, Kementrian Perindustrian), dan Xenia Ubhakti (Manufacturing Leader Deloitte Indonesia). Di samping itu, acara Breakfast Briefing tersebut dihadiri oleh praktisi dan mereka yang mewakili industri-industri manufaktur.

Press contacts:

Xenia Ubhakti
Manufacturing Leader
Deloitte Indonesia
xubhakti@deloitte.com

Butty Lumbantoruan
Marketing Communications Director
Deloitte Indonesia
blumbantoruan@deloitte.com
 

Secara singkat, Frank Valenta memberi gambaran mengenai strategi-strategi yang dibutuhkan oleh supplier komponen-komponen otomotif untuk dapat berkompetisi di pasar global. Strategi-strategi tersebut meliputi aspek manajemen portfolio, inovasi yang berorientasi pasar, diversifikasi, operasional, dan struktur modal.

Panelis kedua, Bob Fletcher, memberikan gambaran bagaimana industri-industri manufaktur dan otomotif di kawasan ASEAN dan Jepang dapat memanfaatkan aspek-aspek perjanjian perdagangan antar negara, dan program insentif dan fasilitas perdagangan di kawasan ASEAN untuk memenangkan kompetisi perdagangan global. Lebih lanjut Bob Fletcher menekankan bahwa perjanjian perdagangan antar negara seringkali memiliki ketentuan dan sertifikasi yang unik; sehingga, dibutuhkan kontrol internal yang ketat untuk menjamin bahwa perubahan BOM tidak melanggar aturan perjanjian perdagangan. Sementara itu, cukup banyak program insentif diberikan oleh negara-negara Asia Tenggara untuk mengembangkan industri otomotif seperti keringanan bea masuk untuk peralatan manufaktur dan komponen produksi.

Panelis ketiga, Bapak Soerjono, menjelaskan mengenai perkembangan terkini (low cost and green car (LCGC)) dan insentif terkait dengan industry otomotif yang mengembangkan jenis kendaraan LCGC. Insentif ini dengan cepat dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan manufaktur dengan meningkatkan kapasitas produksi kendaraan tipe LCGC pada tahun 2013.

Pada akhir pertemuan tersebut, Xenia Ubhakti menunjukkan dan sekaligus menyimpulkan bahwa terdapat titik sinergi antara tren global dan regional industri otomotif dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia.

Did you find this useful?